BREAKING NEWS

Menjamurnya Kitiran di Pedesaan Banyumas Saat Musim Kemarau Tiba

Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkaluaskan gambar dari situs ini, dengan catatan mencantumkan sumbernya (banyumas24jam.com)
Banyumas24jam - kitiran atau ketiran biasa kita temui di daerah persawahan di desa-desa di Banyumas. Jika memasuki musim kemarau, pasti banyak warga membuat ketiran.

Ketiran di banyumas biasanya dibuat dari kayu waru. Karena kayu waru terbilang kayu yang amoh atau lunak tidak terlalu keras, sehingga mudah untuk dibuat ketiran.

Jaman dulu kayu waru sangat mudah ditemukan di kebun-kebun warga di desa. Akan tetapi sekarang sangat sulit ditemukan. Kayu waru sudah sangat jarang di tanam di kebun karena memang tidak terlalu menghasilkan secara ekonomi.

Membuat ketiran dari kayu waru terbilang tidak sulit. Kayu waru yang kering dibelah menjadi 2 bagian, kemudian dibentuk menjadi ketiran dengan ukuran tertentu, biasanya sekitar tiga meter. Yang perlu dipersiapkan dalam membuat ketiran adalah pertama kayu waru yang lurus dan tidak terlalu kering.

Musim Kemarau Menjadi Waktu Terbaik Memasang Kitiran

Musim kemarau di Banyumas biasanya menghadirkan angin yang lebih stabil dibandingkan musim penghujan. Kondisi tersebut membuat baling-baling kitiran dapat berputar dengan cepat hampir sepanjang hari.

Melestarikan Warisan Budaya Banyumas

Kitiran bukan hanya sebuah baling-baling sederhana yang berputar mengikuti arah angin. Di balik putarannya tersimpan cerita tentang kehidupan masyarakat desa, semangat gotong royong, kreativitas, serta kedekatan manusia dengan alam.

Saat musim kemarau tiba, kemunculan kitiran menjadi penanda bahwa tradisi lama masih tetap hidup di tengah derasnya arus modernisasi. Pemandangan ini menjadi pengingat bahwa keindahan budaya lokal dapat hadir dalam bentuk yang sederhana, namun memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Banyumas.
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar