Dr. Soedarmadji, Sejarawan Banyumas Meninggal Dunia
0 menit baca
Banyumas24jam - Banyumas hari ini (19/05) kehilangan salah satu tokoh sejarawan besar. Ya, Dokter Soedarmadji meninggal dunia hari ini (19/05/). Dokter Raden Soedarmadji, begitulah semestinya ditulis. Tapi selalu minta ditulis namanya saja, tanpa gelar "raden" di depannya.
Lahir di Pati, 9 Mei 1935. Putra pasangan Raden Kasman Soerawidjaja, Kepala Inspeksi Sekolah Rakyat Karesidenan Banyumas, dan Raden Nganten Salimah.
Ayahnya, keturunan Bupati Banyumas, Tumenggung Yudanegara II (1708-1743). Sang ayah menulis 'Babad Banyumas', hingga secara tidak langsung mengenalkan bacaan tersebut pada sang anak.
dr. Soedarmadji merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, tahun 1964. Masuk Wajib Militer AURI sampai tahun 1971. Kemudian berdinas di Lanuma (Pangkalan Udara Utama) Iswahyudi Madiun.
Menikah pada tanggal 8 Agustus 1969 dengan Tri Warsini Merdekawati. Dikaruniai 4 orang anak (1 laki-laki dan 3 perempuan) dan 7 orang cucu.
Tahun 1971 mengundurkan diri dari AURI, kemudian menjadi Pegawai Negeri sebagai dokter PJKA ditempatkan di Purwokerto sampai pensiun.
Pada 12 Nopember 1972, dr. R. Soedarmadji ditunjuk oleh Prof. Margono Djojohadikoesoemo dan Mr. Pitoyo, untuk menjadi Ketua Harian Badan Pemikir dan Pelaksana Sementara Perbaikan Makam Dawuhan.
Atas permintaan Bupati Banyumas waktu itu, Pudjadi Djaring Bandayuda, tanggal 24/01/1977, kepanitiaan pemugaran makam berubah menjadi Yayasan Pesarean Dawuhan Banyumas. Dan, beliau tetap sebagai Ketua Harian.
Kisaran tahun 1980 mulai mengumpulkan bahan-bahan untuk menyusun trah Bupati Banyumas. Oleh Mr. Pitoyo Mangkoesoebroto diminta untuk menghubungi Bupati Purworejo, dengan harapan masih menyimpan silsilah atau naskah-naskah Babad Banyumas. Namun ternyata tidak ditemukan.
Akhirnya beliau ke Musium Sono Budoyo - Jogja. Ditemukanlah naskah babad dengan judul “Sadjarah Tjakrawedana”, yang ditulis tangan huruf latin oleh R.M.M. Mangkoewinata. Tebalnya 2.000 halaman, dalam 7 jilid buku.
Sejak itulah beliau dengan tekun mengumpulkan semua babad, silsilah & catatan keluarga bangsawan, arsip Kolonial yang berkaitan dengan Banyumas.
Ketelatenan & ketelitiannya dalam mengkaji semua sumber membuatnya menjadi seorang ahli silsilah dan sejarah Banyumas. Menjadi rujukan bagi banyak orang Banyumas dan sekitarnya.
Lahir di Pati, 9 Mei 1935. Putra pasangan Raden Kasman Soerawidjaja, Kepala Inspeksi Sekolah Rakyat Karesidenan Banyumas, dan Raden Nganten Salimah.
Ayahnya, keturunan Bupati Banyumas, Tumenggung Yudanegara II (1708-1743). Sang ayah menulis 'Babad Banyumas', hingga secara tidak langsung mengenalkan bacaan tersebut pada sang anak.
dr. Soedarmadji merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, tahun 1964. Masuk Wajib Militer AURI sampai tahun 1971. Kemudian berdinas di Lanuma (Pangkalan Udara Utama) Iswahyudi Madiun.
Menikah pada tanggal 8 Agustus 1969 dengan Tri Warsini Merdekawati. Dikaruniai 4 orang anak (1 laki-laki dan 3 perempuan) dan 7 orang cucu.
Tahun 1971 mengundurkan diri dari AURI, kemudian menjadi Pegawai Negeri sebagai dokter PJKA ditempatkan di Purwokerto sampai pensiun.
Pada 12 Nopember 1972, dr. R. Soedarmadji ditunjuk oleh Prof. Margono Djojohadikoesoemo dan Mr. Pitoyo, untuk menjadi Ketua Harian Badan Pemikir dan Pelaksana Sementara Perbaikan Makam Dawuhan.
Atas permintaan Bupati Banyumas waktu itu, Pudjadi Djaring Bandayuda, tanggal 24/01/1977, kepanitiaan pemugaran makam berubah menjadi Yayasan Pesarean Dawuhan Banyumas. Dan, beliau tetap sebagai Ketua Harian.
Kisaran tahun 1980 mulai mengumpulkan bahan-bahan untuk menyusun trah Bupati Banyumas. Oleh Mr. Pitoyo Mangkoesoebroto diminta untuk menghubungi Bupati Purworejo, dengan harapan masih menyimpan silsilah atau naskah-naskah Babad Banyumas. Namun ternyata tidak ditemukan.
Akhirnya beliau ke Musium Sono Budoyo - Jogja. Ditemukanlah naskah babad dengan judul “Sadjarah Tjakrawedana”, yang ditulis tangan huruf latin oleh R.M.M. Mangkoewinata. Tebalnya 2.000 halaman, dalam 7 jilid buku.
Sejak itulah beliau dengan tekun mengumpulkan semua babad, silsilah & catatan keluarga bangsawan, arsip Kolonial yang berkaitan dengan Banyumas.
Ketelatenan & ketelitiannya dalam mengkaji semua sumber membuatnya menjadi seorang ahli silsilah dan sejarah Banyumas. Menjadi rujukan bagi banyak orang Banyumas dan sekitarnya.
Sumber Instagram : Babad Banyumas
