Artis Senior Diding Boneng Meninggal Dunia
0 menit baca
Banyumas24jam - diding boneng salah satu aktor senior yang terkenal bersama Warkop DKI meninggal dunia pada senin (03/08/2026) dalam usia 76 tahun. Berita meninggalnya boneng pertama kali diketahui dari unggahan akun Instagram @sanggar_perkasa.
Pria yang bernama asli Zainal Abidin, lahir 3 Maret 1950 dan dikenal secara luas ketika ia bermain dalam beberapa film bersama grup lawak Warkop DKI dengan gigi tonggos sebagai ciri khas nya, yang membuat ia dikenal dengan nama Diding Boneng.
Film-film tersebut adalah Godain Kita Dong (1989), Lupa Aturan Main (1990), Mana Bisa Tahan (1990), Bebas Aturan Main (1991), Bisa Naik Bisa Turun (1991), Sudah Pasti Tahan (1991), Masuk Kena Keluar Kena (1992), Bagi-Bagi Dong (1993), dan Pencet Sana Pencet Sini (1994).
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Keluarga besar @sanggar_perkasa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya opa @didingasli
Terima kasih atas segala ilmu, pengalaman, semangat, dan inspirasi yang telah oppa Diding berikan kepada anak-anak Sanggar Perkasa. Kebaikan serta dedikasi Bung dalam berbagi ilmu akan selalu menjadi bagian dari perjalanan dan kenangan kami.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini.
Selamat jalan, Bung ,Abang,Opa,Diding. Jasa dan ilmu yang telah Bung titipkan akan terus hidup dalam setiap langkah dan karya anak-anak Sanggar Perkasa.
Al-Fatihah.
Pria yang bernama asli Zainal Abidin, lahir 3 Maret 1950 dan dikenal secara luas ketika ia bermain dalam beberapa film bersama grup lawak Warkop DKI dengan gigi tonggos sebagai ciri khas nya, yang membuat ia dikenal dengan nama Diding Boneng.
Film-film tersebut adalah Godain Kita Dong (1989), Lupa Aturan Main (1990), Mana Bisa Tahan (1990), Bebas Aturan Main (1991), Bisa Naik Bisa Turun (1991), Sudah Pasti Tahan (1991), Masuk Kena Keluar Kena (1992), Bagi-Bagi Dong (1993), dan Pencet Sana Pencet Sini (1994).

