Tips Menyikapi Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
0 menit baca

Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkaluaskan gambar dari situs ini, dengan catatan mencantumkan sumbernya (banyumas24jam.com)
Banyumas24jam - Pemerintah melalui PT Pertamina Patra Niaga kembali mengumumkan kenaikan harga BBM pada (10/06/2026) dikarenakan harga minyak dunia yang terus naik. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sering kali berdampak langsung pada kondisi keuangan masyarakat. Tidak hanya biaya transportasi yang meningkat, harga berbagai kebutuhan pokok juga berpotensi ikut naik akibat bertambahnya biaya distribusi.
Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat agar anggaran tetap terkendali dan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Berikut beberapa tips menghemat anggaran di saat harga BBM naik yang dapat diterapkan oleh keluarga maupun individu.
1. Evaluasi Pengeluaran Bulanan
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencatat seluruh pengeluaran bulanan. Pisahkan kebutuhan primer seperti makanan, listrik, air, pendidikan, dan kesehatan dari pengeluaran yang bersifat konsumtif. Dengan mengetahui pos pengeluaran terbesar, Anda dapat menentukan bagian mana yang bisa dikurangi atau ditunda sementara waktu.
Mengurangi pengeluaran konsumtif dengan melatih diri membiasakan budaya hemat. Misalkan dengan mengubah gaya hidup kita seperti yang terbiasa jajan di luar diubah dengan memasak sendiri, atau dengan mengurangi jajan di luar. Bagi perokok yang sehari menghabiskan 2 (dua) bungkus rokok menjadi 1 (satu) bungkus atau berhenti sama sekali.(djkn.kemenkeu)
2. Kurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi
Kenaikan BBM membuat biaya transportasi menjadi lebih tinggi. Untuk menghemat pengeluaran, pertimbangkan beberapa alternatif berikut:
3. Terapkan Teknik Berkendara Hemat BBM
Bagi pengguna kendaraan pribadi, gaya berkendara sangat memengaruhi konsumsi bahan bakar. Beberapa tips yang bisa dilakukan antara lain: Hindari akselerasi dan pengereman mendadak. Jaga kecepatan kendaraan tetap stabil. Matikan mesin saat berhenti lama. Pastikan tekanan ban sesuai standar. Lakukan servis kendaraan secara berkala. Kendaraan yang terawat umumnya lebih irit bahan bakar dibandingkan kendaraan yang jarang diservis.
4. Susun Anggaran Belanja yang Lebih Ketat
Saat harga BBM naik, penting untuk membuat daftar belanja sebelum pergi ke pasar atau supermarket. Fokuslah pada kebutuhan utama dan hindari pembelian impulsif. Manfaatkan juga misal : Promo dan diskon yang benar-benar dibutuhkan, produk lokal yang lebih terjangkau atau pembelian dalam jumlah besar untuk barang yang sering digunakan.
5. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Mendesak
Langganan hiburan, makan di luar, atau pembelian barang yang tidak terlalu dibutuhkan dapat dikurangi sementara waktu. Prioritaskan dana untuk kebutuhan pokok dan dana darurat agar kondisi keuangan tetap sehat di tengah kenaikan biaya hidup.
6. Hemat Penggunaan Listrik di Rumah
Menghemat listrik dapat membantu menekan pengeluaran bulanan. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah:
7. Tingkatkan Sumber Pendapatan
Selain menghemat pengeluaran, mencari tambahan pemasukan juga bisa menjadi solusi. Saat ini banyak peluang yang dapat dilakukan dari rumah, seperti:
8. Siapkan Dana Darurat
Kondisi ekonomi yang tidak menentu membuat dana darurat menjadi sangat penting. Idealnya, dana darurat disiapkan sebesar tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan. Dana ini dapat digunakan ketika terjadi kebutuhan mendesak tanpa harus mengganggu anggaran utama keluarga.
Kenaikan harga BBM biasanya memicu peningkatan biaya transportasi dan distribusi barang. Akibatnya, harga kebutuhan sehari-hari dapat ikut mengalami kenaikan. Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi ini berpotensi mengurangi daya beli masyarakat. (Berbagai sumber)
Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat agar anggaran tetap terkendali dan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Berikut beberapa tips menghemat anggaran di saat harga BBM naik yang dapat diterapkan oleh keluarga maupun individu.
1. Evaluasi Pengeluaran Bulanan
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencatat seluruh pengeluaran bulanan. Pisahkan kebutuhan primer seperti makanan, listrik, air, pendidikan, dan kesehatan dari pengeluaran yang bersifat konsumtif. Dengan mengetahui pos pengeluaran terbesar, Anda dapat menentukan bagian mana yang bisa dikurangi atau ditunda sementara waktu.
Mengurangi pengeluaran konsumtif dengan melatih diri membiasakan budaya hemat. Misalkan dengan mengubah gaya hidup kita seperti yang terbiasa jajan di luar diubah dengan memasak sendiri, atau dengan mengurangi jajan di luar. Bagi perokok yang sehari menghabiskan 2 (dua) bungkus rokok menjadi 1 (satu) bungkus atau berhenti sama sekali.(djkn.kemenkeu)
2. Kurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi
Kenaikan BBM membuat biaya transportasi menjadi lebih tinggi. Untuk menghemat pengeluaran, pertimbangkan beberapa alternatif berikut:
- Menggunakan transportasi umum
- Berbagi kendaraan dengan rekan kerja atau keluarga
- Bersepeda atau berjalan kaki untuk jarak dekat, atau
- Menggabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan.
3. Terapkan Teknik Berkendara Hemat BBM
Bagi pengguna kendaraan pribadi, gaya berkendara sangat memengaruhi konsumsi bahan bakar. Beberapa tips yang bisa dilakukan antara lain: Hindari akselerasi dan pengereman mendadak. Jaga kecepatan kendaraan tetap stabil. Matikan mesin saat berhenti lama. Pastikan tekanan ban sesuai standar. Lakukan servis kendaraan secara berkala. Kendaraan yang terawat umumnya lebih irit bahan bakar dibandingkan kendaraan yang jarang diservis.
4. Susun Anggaran Belanja yang Lebih Ketat
Saat harga BBM naik, penting untuk membuat daftar belanja sebelum pergi ke pasar atau supermarket. Fokuslah pada kebutuhan utama dan hindari pembelian impulsif. Manfaatkan juga misal : Promo dan diskon yang benar-benar dibutuhkan, produk lokal yang lebih terjangkau atau pembelian dalam jumlah besar untuk barang yang sering digunakan.
5. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Mendesak
Langganan hiburan, makan di luar, atau pembelian barang yang tidak terlalu dibutuhkan dapat dikurangi sementara waktu. Prioritaskan dana untuk kebutuhan pokok dan dana darurat agar kondisi keuangan tetap sehat di tengah kenaikan biaya hidup.
6. Hemat Penggunaan Listrik di Rumah
Menghemat listrik dapat membantu menekan pengeluaran bulanan. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah:
- Mematikan lampu dan peralatan elektronik saat tidak digunakan.
- Menggunakan lampu LED hemat energi.
- Mengurangi penggunaan AC berlebihan.
- Memanfaatkan pencahayaan alami pada siang hari.
7. Tingkatkan Sumber Pendapatan
Selain menghemat pengeluaran, mencari tambahan pemasukan juga bisa menjadi solusi. Saat ini banyak peluang yang dapat dilakukan dari rumah, seperti:
- Berjualan secara online.
- Menjadi freelancer / Affiliate.
- Membuka jasa sesuai keahlian.
- Mengembangkan usaha sampingan.
8. Siapkan Dana Darurat
Kondisi ekonomi yang tidak menentu membuat dana darurat menjadi sangat penting. Idealnya, dana darurat disiapkan sebesar tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan. Dana ini dapat digunakan ketika terjadi kebutuhan mendesak tanpa harus mengganggu anggaran utama keluarga.
Kenaikan harga BBM biasanya memicu peningkatan biaya transportasi dan distribusi barang. Akibatnya, harga kebutuhan sehari-hari dapat ikut mengalami kenaikan. Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi ini berpotensi mengurangi daya beli masyarakat. (Berbagai sumber)