Do'a Nabi Agar Dijauhkan dari Kefakiran dan Kekurangan : Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
0 menit baca
Banyumas24jam - Dalam kehidupan sehari-hari, setiap muslim tentu berharap diberikan kecukupan rezeki, kesehatan, serta dijauhkan dari segala bentuk kesulitan hidup.
Salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan adalah dengan memperbanyak doa yang diajarkan oleh Rasulullah shollalohu 'alaihi wassalam. Di antara doa yang dianjurkan adalah doa memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari kefakiran dan kekurangan.
Artinya : "Wahai Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran,kekurangan, kehinaan dan aku berlindung kepada engkaudari berbuat zalim atau dizalimi oleh orang lain." (HR. Ahmad no. 8052)
Do'a tersebut mengajarkan bahwa seorang muslim tidak hanya memohon perlindungan dari kefakiran saja, tetapi berlindung dari kehinaan dan kedzaliman baik mendzalimi orang lain maupun di dzalimi orang lain.
Rasulullah shollalohu 'alaihi wassalam mengajarkan keseimbangan antara menjaga keimanan dan memohon kecukupan rezeki agar dapat menjalankan ibadah dengan baik.
Kefakiran yang dimaksud bukan hanya kekurangan harta, tetapi juga kondisi yang dapat membuat seseorang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehingga berpotensi menimbulkan berbagai ujian.
Dalam Islam, doa harus disertai dengan usaha yang sungguh-sungguh. Memohon rezeki kepada Allah subhanahu wata'alaa hendaknya dibarengi dengan bekerja secara halal, jujur, serta penuh tanggung jawab.
Beberapa bentuk ikhtiar yang dianjurkan antara lain:
Wallahu a'lam bish-shawab.
Salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan adalah dengan memperbanyak doa yang diajarkan oleh Rasulullah shollalohu 'alaihi wassalam. Di antara doa yang dianjurkan adalah doa memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari kefakiran dan kekurangan.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ وَالْقِلَّةِ وَالذِّلَّةِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ
ALLAHUMMA INNI A‘UDZU BIKA MINAL-FAQRI WAL-QILLATI WADZ-DZILLATI, WA A‘UDZU BIKA AN AZHLIMA AW UZHLAMArtinya : "Wahai Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran,kekurangan, kehinaan dan aku berlindung kepada engkaudari berbuat zalim atau dizalimi oleh orang lain." (HR. Ahmad no. 8052)
Do'a tersebut mengajarkan bahwa seorang muslim tidak hanya memohon perlindungan dari kefakiran saja, tetapi berlindung dari kehinaan dan kedzaliman baik mendzalimi orang lain maupun di dzalimi orang lain.
Rasulullah shollalohu 'alaihi wassalam mengajarkan keseimbangan antara menjaga keimanan dan memohon kecukupan rezeki agar dapat menjalankan ibadah dengan baik.
Kefakiran yang dimaksud bukan hanya kekurangan harta, tetapi juga kondisi yang dapat membuat seseorang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehingga berpotensi menimbulkan berbagai ujian.
Dalam Islam, doa harus disertai dengan usaha yang sungguh-sungguh. Memohon rezeki kepada Allah subhanahu wata'alaa hendaknya dibarengi dengan bekerja secara halal, jujur, serta penuh tanggung jawab.
Beberapa bentuk ikhtiar yang dianjurkan antara lain:
- Bekerja dengan sungguh-sungguh dan mencari rezeki yang halal.
- Memperbanyak sedekah sesuai kemampuan.
- Menjaga silaturahmi.
- Memperbanyak istighfar dan bersyukur.
- Menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat.
Keutamaan Mengamalkan Doa Ini
Mengamalkan doa perlindungan dari kefakiran memiliki sejumlah hikmah, di antaranya:- Memohon perlindungan Allah dari kemiskinan yang menyulitkan kehidupan.
- Memperkuat keimanan dan ketergantungan kepada Allah SWT.
- Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.
- Menjadi pengingat bahwa segala rezeki berasal dari Allah semata.
- Membiasakan diri berdzikir dan berdoa setiap hari.
Waktu yang Dianjurkan Membaca Doa
Do.a ini dapat dibaca kapan saja. Namun, beberapa waktu yang mustajab untuk mengamalkannya antara lain:- Sepetiga malam akhir (tahajud).
- Waktu sore hari di hari jumat.
- Waktu antara adzan dan iqamah.
- Waktu turun hujan.
- Akhir sholat sebelum salam.
Wallahu a'lam bish-shawab.
