Notification

×

Iklan

Iklan

Jenderal Gatot Subroto Sang Pahlawan Nasional dari Banyumas

Senin, 07 November 2022 | November 07, 2022 WIB Last Updated 2022-11-12T02:06:14Z
Jenderal Gatot Subroto
Banyumas24jam.com - setiap tanggal 10 november, Bangs Indonesia selalu memperingati hari Pahlawan Nasional. Pada tanggal tersebut dahulu para pahlawan berjuang merebut dan mempertahankan Indonesia dari para penjajah. Kegigihan, kesabaran, keberanian dari para pahlawan Indonesia berhasil mengusir para penjajah dari Bumi Pertiwi yang kita cintai.

Salah satu Pahlawan Nasional yang berjuang memerdekakan Indonesia dari para penjajah salah satunya adalah Jenderal Gatot Subroto. Beliau dikukuhkan dengan gelar kehormatan Pahlawan Nasional menurut Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.283 tanggal 18 Juni 1962, yang ditanda tangani oleh Presiden Sukarno.

Jenderal Gatot Subroto Lahir di Banyumas, pada tanggal 10 Oktober 1907. Riwayat pendidikan beliau, adalah beliau pernah bersekolah di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) atau setingkat sekolah dasar di jaman sekarang. Setelah beliau lulus dari sekolah tersebut, beliau kemudian bekerja menjadi pegawai. Pada tahun 1923 memasuki sekolah militer het Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger (KNIL) di Magelang.

Pada saat Jepang menduduki Indonesia, Gatot Subroto pun mengikuti pendidikan Pembela Tanah Air (PETA), organisasi militer milik Jepang yang merekrut tentara pribumi untuk berperang. Pendidikan tersebut berlokasi di Bogor, Jawa barat. Setelah kemerdekaan, Gatot Subroto memilih masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan kariernya berlanjut hingga dipercaya menjadi Panglima Divisi II, Panglima Corps Polisi Militer, dan Gubernur Militer Daerah Surakarta dan sekitarnya.

Pada saat meletus pemebrontakan PKI di Madiun 1948 yang dipimpin oleh Muso, Jenderal Gatot Subroto yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Militer Wilayah II (Semarang-Surakarta) tanggal 15 September 1948, Beliau melancarkan serangan untuk memulihkan keamanan. Beliau pun berhasil menumpas pemberontakan PKI. Beberapa pemberontakan yang berhasil beliau tumpas adalah pemberontakan Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) yang dipimpin oleh Kahar Muzakar pada tahun 1952, pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia-Perdjuangan Rakjat Semesta (PRRI/Permesta) yang ada di Sumatra dan Sulawesi Utara.

Jenderal Gatot Subroto Sang Pahlawan Nasional dari Banyumas meninggalkan kita semua pada tanggal 11 Juni 1962, dalam usia 54 tahun. Pangkat terakhir yang disandangnya adalah Letnan Jenderal. Ia adalah penggagas akan perlunya sebuah akademi militer gabungan (Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut) untuk membina para perwira muda. Gagasan tersebut diwujudkan dengan pembentukan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada tahun 1965.

Untuk mengenang jasa Jenderal Gatot Subroto untuk Indonesia dan banyumas, banyak museum dan jalan menggunakan nama beliau, bahkan di banyumas, patung beliau berdiri gagah di jalan raya, seperti gagahnya beliau menumpas dan mengusir para penjajah dan pemberontak dari bumi Indonesia yang kita cintai.

Memperingati hari pahlawan nasional sejatinya bukan hanya mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur, akan tetapi meneladani kegigihan, keberanian, kesungguhan dari para pahlawan untuk mewujudkan kemerdekaan. Jadi di zaman sekarang sudah tidak ada perang bersenjata melawan penjajah, kita harus semangat, gigih, berani untuk menjadi manusia yang lebih baik dan maju di dalam semua aspek kehidupan.

Sumber : Wikipedia.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

close